12 Hakim Dipecat karena Suap sampai Selingkuh

Published December 6, 2012 by ISMAYA DWI AGUSTINA

foto

TEMPO.CO, KediriKomisi Yudisial Republik Indonesia berencana mendirikan perwakilan lembaganya di daerah untuk memantau perilaku hakim di pengadilan-pengadilan negeri. Wakil Ketua Komisi Yudisial, Imam Anshori Saleh, mengatakan pengawasan terhadap hakim-hakim di daerah saat ini menjadi prioritas KY saat ini.

Selama ini lembaga yang bertugas menegakkan kode etik dan perilaku hakim itu banyak sekali menerima laporan masyarakat. “Rata-rata kasusnya suap dan perselingkuhan,” kata Imam usai mengisi seminar hukum di Universitas Islam Kediri, Kamis, 6 Desember 2012.

Hingga akhir tahun ini, Komisi Yudisial sudah menindak 12 hakim yang terlibat pelanggaran etika. Sebagian besar dari mereka terjerat kasus penyuapan dan jual beli perkara. Sebagian lainnya terjerat kasus perselingkuhan hingga pemakaian narkoba. Untuk kesalahan seperti ini, Imam memastikan semuanya dipecat dengan tidak hormat.

Menurut catatan KY, jumlah hakim nakal ini terbanyak berada di wilayah kerja Jakarta. Disusul Makasar, dan Jawa Timur di urutan ketiga. Hal ini cukup memprihatinkan mengingat perilaku mereka bisa merusak kredibilitas lembaga peradilan.

Untuk meminimalkan perilaku hakim nakal, KY tengah menyiapkan lembaga penghubung dan jaringan di daerah. Lembaga ini bertugas mengawasi perilaku hakim dan jalannya persidangan untuk dilaporkan kepada KY di Jakarta. Mereka terdiri dari lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang hukum serta lembaga bantuan hukum dan perguruan tinggi. “Jaringan kami di daerah sudah cukup banyak,” kata Imam.

Ke depan lembaga pengawas ini akan diperkuat dengan pendirian lembaga penghubung resmi yang menjadi perwakilan KY di daerah. Saat ini keberadaan lembaga itu masih diprioritaskan di wilayah Propinsi. Ke depan lembaga ini akan berada pula di beberapa daerah seperti wks-Karisidenan Kediri.

Pada kesempatan itu Imam juga mengumumkan rencana pemecatan Hakim Agung Yamini yang terbukti berkomplot dengan rekannya Imron Anwari dalam merubah vonis mati untuk pemilik pabrik ekstasi Henky Gunawan menjadi hukuman 15 tahun penjara pada 2011 silam. Selain itu, nasib Hakim Puji yang terjerat narkoba juga dipastikan akan dipecat akhir tahun ini.

from : http://www.tempo.co/read/news/2012/12/06/063446274

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: