Meski Dikecam Internasional, Israel Ngotot Untuk Bangun Ribuan Pemukiman Yahudi

Published December 6, 2012 by ISMAYA DWI AGUSTINA

Novi Christiastuti Adiputri – detikNews

Area E1 yang akan dijadikan lokasi pemukiman Israel (AFP)

Yerusalem – Pemerintah Israel bersikeras soal rencana pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Segala kritikan dan protes keras yang dilontarkan dunia internasional termasuk PBB tidak digubris negara Yahudi tersebut.

“Apakah pembangunan rumah baru di ibukota kami, Yerusalem, lebih berbahaya bagi proses perdamaian daripada penolakan otoritas Palestina terhadap perundingan damai dan penolakan untuk mengakui Israel?” tutur juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (5/12/2012).

Sikap keras kepala Israel ini tidak berubah meskipun sejumlah negara seperti Prancis, Inggris, Spanyol, Denmark, Swedia, dan Australia telah menyampaikan protes langsung melalui Duta Besar Israel di negara masing-masing. Bahkan, Amerika Serikat yang merupakan sekutu terdekat Israel juga mengecam keras rencana Israel ini.

Kritikan keras juga dilontarkan pemerintah Rusia, Jerman dan Jepang. Namun Israel tetap pada sikapnya. Bahkan pada Senin (3/12), Israel justru mengumumkan rencananya untuk menambah pembangunan 1.600 rumah di wilayah Yerusalem Timur yang didudukinya.

Keteguhan sikap Israel juga disampaikan oleh seorang sumber dari kantor PM Netanyahu. “Tidak ada perubahan atas keputusan yang telah dibuat,” ucap pejabat yang enggan disebut namanya tersebut.

Rencana pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem diumumkan sehari setelah Majelis Umum PBB mengakui peningkatan status Palestina sebagai negara pemantau non anggota pada Kamis (30/11) lalu. Israel menyatakan hendak melakukan pembangunan 3.000 rumah baru di wilayah yang menjadi sengketa tersebut.

Wilayah yang dimaksud Israel tersebut berada di area Tepi Barat yang diberi sebutan E1. Rencana pembangunan pemukiman di area E1 ini nantinya akan menghubungkan wilayah Yerusalem dengan pemukiman Maaleh Adumim, yang juga milik Israel dan berlokasi sekitar 7 km dari Yerusalem.

Jika rencana pembangunan pemukiman di area E1 ini benar-benar terealisasi, maka pembentukan negara Palestina dengan wilayah yang utuh sangat sulit dilakukan. Rencana Israel untuk membangun pemukiman di area E1 ini sebenarnya telah diungkapkan sejak awal tahun 1990-an. Namun tidak pernah direalisasikan karena adanya tekanan dan protes keras dari dunia internasional, terutama AS.

 

from : http://news.detik.com/read/2012/12/05/113853/2109861/1148/meski-dikecam-internasional-israel-ngotot-untuk-bangun-ribuan-pemukiman-yahudi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: