’Anggaran Ditambah, Semua Gakin Jangan Ditolak’

Published December 14, 2012 by ISMAYA DWI AGUSTINA

SURABAYA – Pasien dari keluarga miskin (gakin) di Kota Pahlawan kini bisa tersenyum lega. Sebab, jatah anggaran untuk mendukung layanan kesehatan bagi gakin semkain tinggi. Semula anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) non-kuota di tahun 2012 sebesar Rp 93 miliar, kini di 2013 naik menjadi Rp 125 miliar. Peningkatan anggaran itu, karena selama ini masih banyak warga Surabaya yang tak masuk kuota Jamkesmas.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Baktiono mentatakan, memang Komisi D DPRD Surabaya yang meminta agar anggaran Jamkesmas non-kuota ditingkatkan. Dengan semakin banyaknya dana Jamkesmas non-kuota bisa membantu warga gakin. Selanjutnya, nantinya tak ada alasan lagi gakin ditolak berobat ke rumah sakit karena tak bisa membayar biaya pengobatannya.

“Jumlah itu sudah bisa membantu, jadi semua warga gakin bisa memperoleh layanan kesehatan di berbagai rumah sakit seperti RSUD dr Soewandhie, RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) maupun di RSU dr Soetomo,” katanya, Jumat (14/12).

Menurutnya, kuota untuk warga yang tak masuk Jamkesmas tak kami batasi. Jadi kemungkinan pemanfaatannya bisa bertambah atau bahkan berkurang. Pengeluarannya disesuaikan dengan kebutuhannya.

Ia melanjutkan, warga yang tak dapat jatah kuota Jamkesmas kini bisa melanjutkan pengobatan tanpa henti. Apalagi banyak warga yang menderita berbagai penyakit membutuhkan penanganan dengan segera.

Kucuran dana untuk Jamkesda tahun ini lebih tinggi  dari tahun sebelumnya. Sepanjang 2012 lalu, pemkot hanya mengucurkan dana untuk jamkeasda Rp 93 miliar. Bahkan, anggaran sebesar itu masih tersisa Rp 36 miliar, karena Surabaya sudah tidak memiliki utang lagi ke RSU dr Soetomo. “Gakin, tak perlu khawatir. Kalau tak masuk data jamkesmas, para warga bisa memanfaatkan Jamkesmas non-kuota in,” ungkapnya.

Selama ini, jatah untuk layanan kesehatan selalu membengkak di rumah sakit milik pemerintah. Bahkan, sepanjang 2011 lalu Pemkot harus utang ke RSU dr Soetomo sebesar Rp 64 miliar. Tapi, utang itu akhirnya bisa dilunasinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesahatan (Dinkes) Kota Surabaya Esty Martiana Rachmie mengatakan, besaran dana Jamkesmas bisa dimanfaatkan gakin di luar kuota Pemkot dengan baik. “Dana jamkesda nanti bisa dimanfaatkan di rumah sakit milik pemerintah,” ujar Esty. pur

from : http://m.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=46eab8c9a58d3d77ef710e999c268b64&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: